Halo, ini aku. Setelah sekian lama, akhirnya bisa kembali menulis di blog ini. Semua ini gara-gara hal sepele—lupa password. Tapi mungkin ada makna di baliknya. Mungkin, aku memang harus menunggu momen yang tepat untuk kembali menulis, untuk kembali mengingat, dan untuk kembali merasakan kehilangan yang belum benar-benar selesai. Masih ingat dengan tulisan pertama dan satu-satunya di blog ini? Iya, cerita tentang Kyai Merecon dan Keluarga Kucing yang ditulis saat aku masih duduk di bangku SMP. Tokoh kyai yang bijak itu bukan sekadar tokoh dalam tulisan, melainkan guru yang sesungguhnya. Guru yang mengajarkanku menulis dan membuatku gemar membaca sampai saat ini. Sedikit, aku tarik ke belakang. Jadi, di awal tahun 2021, aku kehilangan sosok guru sekaligus teman diskusi. Sosok yang selalu tersenyum, yang selalu menjawab banyak pertanyaan dengan lemah lembut dan penuh kesabaran. Tak jarang, jawaban-jawabannya justru menghadirkan lebih banyak pertanyaan, hingga akhirnya ia akan menyodorkan...
Postingan
Menampilkan postingan dari Februari, 2025