Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025
Kalau diperhatiin, sekarang ini dunia digital kayak pasar malem yang nggak pernah tidur. Semua orang teriak paling benar, paling update, paling terpercaya, paling segalanya. Tapi makin ke sini, kok rasanya mirip labirin informasi. Banyak pintu, banyak cahaya, tapi kita nggak yakin; mana yang jalan keluar dan mana yang cuma ruang palsu. Ruang digital yang dulu digadang-gadang jadi penyelamat demokrasi, pelan-pelan berubah jadi arena kapital; yang penting viral, bukan faktual; yang penting asik, bukan konteks. Dan di tengah kekacauan itu, ada satu pertanyaan yang mulai bisik-bisik masuk ke kepala kita: mungkinkah  kita akan balik lagi ke media lama? B uku, koran, majalah yang dulu sempat kita tinggalin tanpa menoleh. Soalnya gini: dulu, informasi cetak itu ibarat klub kecil dengan kursi terbatas. Yang bisa duduk cuma orang-orang yang beneran kredibel dan punya rekam jejak. Kalimat yang salah bisa jadi bumerang karier, jadi penyebaran berita dilakukan kayak menyiapkan racikan obat: ...